Waspadai Cedera pada Anak

Masa anak-anak adalah masa yang aktif. Anak yang aktif disebutkan sebagai indikasi anak yang sehat dan cerdas. Namun, tidak jarang orang tua akan merasa khawatir akan kemungkinan cedera pada anak. Misalnya terbentur, terjatuh dan lainnya. Berikut adalah beberapa cedera yang umumnya terjadi pada anak dan bagaimana menanganinya.

  1. Luka, goresan dan lebam

Anak-anak yang aktif akan sering berlarian, hingga memanjat untuk menyalurkan energinya. Sehingga tidak jarang bagian tangan, siku, dan lutut mengalami luka atau lebam.

Apabila anak terluka dan tergores, bersihkan area luka dengan air mengalir hingga bersih. Kemudian oleskan antiseptik (salep atau semprot) dan tutup dengan perban. Sedangkan untuk lebam dan memar, redakan pembengkakkan dengan kompres dingin.  Jika area luka besar, dalam, membengkak atau bahkan bernanah, itu semua tanda terjadinya infeksi. Hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Begitu juga apabila anak mengalami kesulitan bergerak dan bengkak yang tidak juga mereda.

  1. Serpihan pada kulit

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga cenderung akan memegang semua barang yang dilihat dengan tangannya. Tidak jarang saat menyentuh suatu barang, akan ada serpihan kayu, duri atau puing lainnya yang masuk ke bawah kulit. Untuk mengeluarkannya, tusuk lembut bagian tersebut dengan jarum yang sudah dibersihkan dengan alkohol. Kemudian tarik dengan pinset. Bisa juga dengan memanfaatkan selotip. Jika serpihan sudah dikeluarkan, bersihkan area kulit dengan antiseptik agar tidak terjadi infeksi.

  1. Terkilir

Beberapa gerakan yang dilakukan dapat menyebabkan cedera pada otot atau tendon anak. Apabila anak keseleo atau terkilir, baringkan anak dan oleskan es pada bagian yang sakit. Kemudian bungkus bagian yang terluka dan posisikan agak terangkat. Berikan juga obat nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen untuk membantu rasa sakitnya. Apabila anak mengalami kesulitan bergerak, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  1. Patah tulang

Patah tulang pada anak umumnya terjadi di bagian tangan. Seringkali terjadi karena terjatuh atau tergelincir saat bermain. Area yang terkena patah tulang akan membengkak dan terasa sakit jika ditekan. Jika anak terlihat mengalami patah tulang, segera bawa ke dokter untuk penanganan khusus.

  1. Sever’s disease

Atau cedera tumit. Walau terdengar asing dan menakutkan, cedera tumit ini sangat umum terjadi pada anak, khususnya pada usia 9 – 13 tahun. Sever’s disease membuat tumit meradang dan menyebabkan rasa sakit pada anak. Rasa sakit biasanya akan berkurang dengan istirahat, kompres dingin dan peregangan.

  1. Nursemaid’s elbow

Disebut juga sebagai siku tertarik. Umumnya terjadi pada anak prasekolah karena tulang dan otot masih dalam masa pertumbuhan. Biasanya terjadi karena mengayunkan lengan balita atau menarik tangannya. Hubungi dokter segera untuk mengatur ulang siku dengan mudah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security