Waspada Frozen Shoulder atau Bahu Kaku

Frozen shoulder atau bahu kaku merupakan gangguan pada bahu yang menyebabkan jaringan di sekitar sendi bahu sulit untuk digerakkan. Frozen shoulder juga dikenal dengan nama adhesive capsulitis. Kondisi ini terjadi perlahan dan mengalami perkembangan dalam beberapa tahap.

Tingkat keparahan frozen shoulder sangat bervariasi karenanya, proses penyembuhan dan waktu perkembangannya bisa berbeda-beda. Kondisi ini ditandai dengan proses yang bertahap dan keterbatasan pergerakan bahu bisa terjadi secara aktif maupun pasif.

Tahapan frozen shoulder dimulai dengan freezing phase. Pada tahap ini, bahu dan lengan akan terasa nyeri dan sulit digerakkan. Setelah beberapa lama, frozen phase dimulai yang ditandai dengan berkurangnya nyeri pada bahu. Yang ternyata  mengisyaratkan bahwa kondisi memburuk karena bahu akan menjadi lebih kaku dan tegang.

Kemudian akhirnya memasuki tahap puncak yaitu thawing phase dimana bahu dan lengan mulai dapat digerakkan sedikit demi sedikit. Hingga pada akhirnya nyeri perlahan hilang dan lengan dapat bergerak kembali. Setiap tahapan bisa berlangsung berbulan-bulan hingga tahunan lamanya.

Penyebab frozen shoulder

Frozen shoulder terjadi saat jaringan yang mengelilingi sendi bahu mengalami penebalan dan peradangan. Hanya saja penyebab pastinya kondisi ini terjadi belum diketahui secara pasti dan tanpa pemicu yang jelas. Namun, ada beberapa hal yang diduga merupakan pemicu dari frozen shoulder, yaitu:

  • Trauma atau cedera, misalnya karena ada robekan pada tendon atau patah tulang.
  • Imbobilisasi, disebabkan oleh tindakan operasi.
  • Masalah saraf, seperti stroke.
  • Masalah jantung, seperti hipertensi atau iskemia jantung.
  • Penyakit metabolik/endokrin, misalnya karena diabetes dan penyakit autoimun.
  • Obat-obatan, misalnya imunisasi atau anti-retrovirus.
  • Hiperlipidemia (kolesterol tinggi) atau keganasan sel.
  • Aktivitas berlebihan pada bahu, seperti membawa beban yang terlalu berat.

Pada umumnya, frozen shoulder akan mereda dan membaik dengan sendirinya. Walaupun akan membutuhkan jangka waktu yang tidak singkat.

Pencegahan frozen shoulder

Apabila merasakan gejala yang menunjukkan frozen shoulder, ada baiknya untuk memeriksakan diri segera agar mendapatkan penanganan yang tepat. Beberapa gejala dari frozen shoulder, antara lain:

  • Terasa nyeri pada bahu saat akan melakukan suatu gerakan.
  • Pergerakan bahu terasa terbatas dan tidak leluasa.
  • Nyeri pada bahu walaupun tidak melakukan aktivitas atau pergerakan apapun. Biasanya pada saat malam hari dan mengganggu kualitas tidur. Serta sulit untuk berbaring pada sisi yang nyeri.

Tidak ada langkah khusus yang dapat dilakukan untuk terhindar dari frozen shoulder, karena penyebab dan pemicunya yang tidak dapat diprediksi. Namun, ada baiknya untuk selalu menjaga kekuatan serta fleksibilitas otot dengan latihan dan perengangan dan menghindari mengangat beban yang terlalu berat dan tidak seimbang.

Bagi pasien pasca operasi, lebih baik untuk mengusahakan menggerakkan lengan. Jenis gerakan yang tepat untuk diterapkan dapat diperoleh dengan konsultasi pada dokter yang terkait. Sehingga frozen shoulder dapat dihindari sebelum terlambat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security