sepatu fitness wanita

Ternyata Wanita Lebih Rentan Cedera Engkel

KlinikFisioterapi.Com Kaum perempuan mesti lebih berhati-hati dalam melakukan gerakan-gerakan dalam olahraga. Penelitian pada pemain bola voli menunjukkan perempuan lebih cenderung mengalami cedera dibandingkan pria.

Tapi bukan hanya faktor perbedaan jenis kelamin itu saja yang menyebabkan cedera pada engkel. Ada sejumlah faktor internal dan juga faktor eksternal. Yuk, simak penjelasan berikut.

 

Faktor Internal Mengapa Wanita Lebih Rentan Cedera Engkel

1. Anatomi Pergelangan Kaki

Faktor internal yang pertama menyangkut anatomi dan biomekanik pergelangan kaki. Adanya abnormalitas pada postur kaki yang meliputi pes planus dinamis (flat foot) serta pes cavus (Kisner dan Colby, 2012). Selain itu penelitian menunjukan bahwa tingginya kekuatan plantar fleksi (gerakan ankle ke bawah) diikuti dengan penurunan lingkup gerak dorsi fleksi (gerakan ankle ke atas) akan meningkatkan risiko cedera engkel sprain lateral (Hadzic, 2009).

2. Riwayat Cedera

Faktor internal yang kedua berkaitan dengan riwayat cedera. Lateral sprain ankle injury atau cedera engkel sprain lateral mengakibatkan adanya kerusakan jaringan penyangga, kelemahan dan ketidakstabilan otot-otot penggerak kaki dan pergelangan kaki. Juga menurunnya propioseptif (syaraf penerima rangsang pada sendi dan otot) serta perubahan adaptasi mekanis seperti hipomobilitas dan hipermobilitas (Hubbart dan Hertel, 2006).

3. Pengaruh Hormon

Faktor internal ketiga adalah jenis kelamin. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung mengalami cedera dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh hormon khususnya saat menstruasi di mana terjadi fluktuasi hormonal selama siklus.

Dalam suatu studi, fenomena tersebut berhubungan dengan kejadian cedera engkel sprain lateral yaitu perubahan stabilitas mekanis dan kontrol postural dinamis. Dalam kejadian itu terdapat peningkatan hormon estrogen, diikuti dengan turunnya massa otot serta lemak tubuh yang meningkat.

Hormon tersebut juga mempengaruhi tingkat fleksibilitas sehingga ligamen menjadi lebih kendur dan kekuatan otot tidak seimbang (Ericksen et. al, 2012).

4. Indeks Massa Tubuh

Faktor internal keempat menyangkut indeks massa tubuh. Individu yang memiliki indeks massa tubuh yang besar memiliki tingkat risiko cedera yang tinggi pula. Itu karena tubuh yang besar membutuhkan penempaan yang besar untuk menjaga keseimbangan postural (Henrickson et. al, 2017).

Faktor Eksternal Cedera Engkel

1. Gerakan yang Salah Menyebabkan Cedera Engkel

Selain faktor internal, ada dua faktor eksternal penyebab cedera engkel. Faktor eksternal pertama adalah biomekanik gerakan pemain. Terjadinya gerakan inversi (gerakan ankle ke bawah dan ke dalam) dan plantar fleksi (gerakan engkel ke bawah) secara tiba- tiba merupakan faktor dominan yang menyebabkan cedera engkel sprain lateral.

Hal ini dapat terjadi akibat adanya kesalahan saat melakukan pendaratan setelah melompat ataupun ketidaktepatan posisi kaki saat melakukan teknik footwork ketika digging atau setting. Selain itu sebuah studi juga mengungkapkan bahwa teknik bola voli seperti smash, blocking serta digging merupakan teknik yang memiliki risiko cedera engkel sprain lateral yang tinggi (Marshall, 2018).

2. Sarana dan Prasarana Harus Baik

Faktor eksternal kedua menyangkut sarana dan prasarana permainan. Permukaan lapangan dan penggunaan sepatu yang tidak tepat menjadi faktor penyebab cedera engkel sprain lateral. Permukaan lantai atau tanah yang licin atau tidak rata serta sepatu yang tidak ergonomis dapat mempengaruhi pola gerakan.

Baca juga: Sprain Ankle: Cedera yang Banyak Terjadi Di Dunia Olahraga

Raden Aslama Santritiars
Program Studi S-1 Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi
Universitas Esa Unggul

1 thought on “Ternyata Wanita Lebih Rentan Cedera Engkel”

  1. Pingback: Mengenal Tiga Tingkatan Cedera Engkel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security