Terapi Latihan Setelah Rekonstruksi Cedera Ligamen ACL

KlinikFisioterapi.Com – Cedera pada ligamen lutut menjadi momok bagi para pemain sepak bola. Tanpa penanganan yang baik, cedera pada lutut akan membuat karir pemain sepak bola atau olahraga apapun tamat. Salah satu cedera lutut yang kerap terjadi pada olahragawan adalah cedera anterior craciatum ligament (ACL).

Baca juga: Cedera Ligamen ACL pada Pemain Sepak Bola

Permasalahan yang timbul pada pasien kondisi post rekontruksi ACL adalah adanya spasme (kontraksi tiba-tiba) otot-otot area lutut. Juga adanya nyeri ketika daerah lutut ditekuk. Spasme otot terjadi pada quadriceps, hamstring, tibialis anterior, gastrok. Sedangkan nyeri gerak lutut pada gerakan fleksi, baik gerak pasif, aktif maupun gerak aktif melawan tahanan.

Terapi Latihan pada Cedera Ligamen

Peranan fisioterapi cukup sentral mengatasi permasalahan tersebut di atas. Misalnya dengan terapi latihan. Terapi latihan dapat memberikan efek pengurangan nyeri, baik secara langsung maupun memutus siklus nyeri.

Gerakan yang ringan dan perlahan merangsang proprioceptor yang merupakan aktivasi dari serabut afferent berdiameter besar. Terapi latihan yang dapat diberikan adalah strengthening yaitu salah satu latihan yang bertujuan untuk menguatkan bagian otot.

Dalam hal ini, dilakukan latihan quadricep bands dan hamstring setting exercise yang berguna untuk meningkatkan kekuatan otot quadricepsdan hamstring. Latihan ini merupakan penguatan isometrik dimana otot berkontraksi tanpa disertai perubahan panjang otot maupun pergerakan sendi.

Selain dapat meningkatkan kekuatan otot, efek dari latihan ini adalah memompa pembuluh darah balik, sehingga metabolisme lancar dan dapat mengurangi pembengkakan (Kisner & Colby, 2007).

Terapi latihan dapat memperbaiki balance dan meningkatkan kekuatan otot, terutama pada kasus post rekrontruksi anterior craciatum ligament. Latihan yang diberikan adalah latihan dengan metode closed kinetic chain.

Ini merupakan merupakan teknik dari Propioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) yang menggunakan kontraksi isometrik secara optimal dari kelompok otot antagonis yang memendek diikuti dengan rileksasi otot tersebut sampai terjadi penambahan LGS.

Hold Relax

Hold relax dilakukan bertujuan untuk menambah kekuatan otot dan balance. Di dalam prosedur pelaksanaaan hold relax awalnya ada gerakan kontraksi isometrik melawan tahanan lalu diikuti dengan relaksasi sebagai hasil dari autogenic inhibition dimana tendon golgi akan menghibisi ketegangan otot sehingga penguluran (stretch) pada jaringan otot yang mengalami pemendekan lebih mudah dilakukan (Edler, et al., 2008).

Stretching

Metode peregangan atau stretching dapat secara selektif dan tidak hanya pada tendon saja, tetapi mencapai permysium, epysium dan ensonysium. Sedangkan untuk pelaksanaan stretching itu harus dengan posisi yang benar dan dengan suara atau perintah yang jelas tidak keras, sehingga pelaksanaan dapat berlangsung baik dan otot yang semakin diulur atau dikontraksikan akan mudah rileks semakin otot menjadi rileks maka seseorang dapat bergerak dengan utuh tanpa adanya rasa nyeri.

Stretching adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan atau menguraikan beberapa manuver pengobatan yang ditujukan untuk memperpanjang pemendekan susunan soft tissue secara patologis dan menambah LGS (Kisner & Colby, 2007).

Latihan ROM

Latihan ROM aktif dan pasif adalah latihan lingkup gerak sendi yang dilakukan dengan dan tanpa menggunakan bantuan. Latihan ini harus segera dilakukan pada pasien paska rekontruksi ACL, terutama untuk menjaga otot tetap terjaga sebagai atlet karena tujuan yang diharapkan dari pasien ini adalah mengembalikan kepada aktivitas fungsional sebagai atlet sepak bola.

Oleh karena itu fisioterapis memberikan intervensi dengan menggabungkan antara pemberian terapi modalitas TENS serta progam latihan quadriceps bents exercise, hamstring setting exercise, straight leg raise exercise, balance.

Saat intervensi dilakukan, pasien dapat mengikuti intruksi dengan baik dan benar, pasien memiliki keinginan tinggi untuk sembuh dan kembali ke performa terbaiknya. Akan tetapi pasien sedikit trauma diberikan latihan, maka penulis memberikan pendekatan personal kepada pasien. Akhirnya rasa takut dari pasien pun sedikit demi sedikit menghilang.

Problematika fisioterapi yang muncul setelah tiga bulan operasi adalah adanya nyeri ketika kaki di full fleksi, penurunan kekuatan otot, ada spasme otot-otot sekitar lutut.

Pasien biasanya juga mengeluhkan untuk gerakan sholat saat duduk di antara dua sujud, belum bisa menendang bola keras. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diberikan modalitas fisioterapi seperti TENS, quadriceps bents exercise, hamstring setting exercise, straight leg raise exercise, dan latihan balance.

Felisia Novera Siandang
Program Studi S-1 Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi
Universitas Esa Unggul

1 thought on “Terapi Latihan Setelah Rekonstruksi Cedera Ligamen ACL”

  1. Pingback: Hati-hati Cedera Ligamen pada Pemain Sepak Bola

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security