Tanda Gegar Otak dan Bagaimana Pengobatannya?

Mendengar istilah gegar otak selalu terkesan menakutkan. Padahal, gegar otak merupakan jenis cedera otak traumatis yang paling umum dialami. Bahkan dalam beberapa kasus, dapat dikategorikan sebagai cedera ringan. Kebanyakan kasus gegar otak terjadi karena kecelakaan saat melakukan aktivitas fisik yang berat dan saat olahraga. Gegar otak juga bisa disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh, dan benturan keras pada kepala.

Seperti yang diketahui, otak manusia terbuat dari jaringan lunak. Sehingga sangat mungkin bagi otak untuk mengalami guncangan dan trauma apabila terjadi pergerakan atau benturan keras yang terjadi secara tiba-tiba. Gegar otak bisa berupa memar, kerusakan pembuluh darah, bahkan cedera pada saraf otak. Otak sendiri merupakan organ yang berhubungan langsung dengan proses kerja semua organ pada tubuh. Oleh karenanya, apabila seseorang mengalami gegar otak akan ada banyak keluhan yang terjadi. Misalnya penglihatan yang kabur dan hilangnya keseimbangan.

Gegar otak merupakan salah satu cedera yang sulit untuk didiagnosa, karena membutuhkan berbagai pemeriksaan lebih lanjut. Karena walaupun terlihat ada luka atau memar, belum berarti seseorang mengalami gegar otak. Tetapi ada beberapa tanda-tanda yang muncul akibat gegar otak. Antara lain:

  1. Mengalami sakit kepala,
  2. Mual dan muntah,
  3. Kehilangan keseimbangan,
  4. Penglihatan kabur,
  5. Merasa linglung atau bingung,
  6. Sulit berbicara,
  7. Terdengar suara denging di telinga,
  8. Kesulitan berkonsentrasi,
  9. Kehilangan ingatan/amnesia.

Pengobatan untuk gegar otak disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Dan dengan perawatan yang tepat dan sesuai, gegar otak dapat sembuh sepenuhnya. Tetapi perlu diingat bahwa gegar otak, walaupun ringan, tetap saja berisiko karena mempengaruhi organ penting bagi manusia. Oleh karena itu, segera cari bantuan medis apabila terjadi benturan keras pada kepala dan mengalami beberapa tanda-tanda gegar otak. Agar mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat. Kemudian perbanyaklah istirahat dan jauhkan diri dari aktivitas fisik yang terlalu berat. Dan yang terpenting, jaga diri agar tidak terjadi gegar otak yang berulang. Gegar otak yang terjadi berturut-turut bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen, cacat, hingga kematian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security