Sprain Ankle: Cedera yang Banyak Terjadi Di Dunia Olahraga

Nama panggungnya “Om Why”. Dia sering tampil di acara talk-show di salah satu tivi swasta di Jakarta. Usianya tak lagi muda, 56 tahun. Tapi dia selalu enerjik dan aktif bergerak. Tidak banyak yang tahu, “Om Why” punya hobi bermain tenis-meja atau pingpong.

Suatu saat, beberapa bulan lalu, sedang asyik-asyiknya mengejar bola di meja pingpong, “Om Why” berusaha keras menjangkau bola yang berada jauh di sisi kanan meja. Dia gagal dan terjatuh. Dari sendi kakinya terdengar bunyi keras, seperti suara senar bas gitar yang putus. “Om Why” mengerang kesakitan.

permainan pingpong

Dia perlu dipapah dan dibawa ke rumah sakit. Jelas “Om Why” menderita cedera engkel atau sprain ankle yang berat. Ligamen pada pergelangan kakinya mengalami penguluran yang sangat berlebihan baik di sisi medial atau pun lateral. Secara awam, orang mengatakan ligamen “Om Why” robek. Dia harus menjalani operasi dan beberapa bulan harus memakai sepatu khusus dan berjalan dengan bantuan tongkat.

Cedera Engkel pada Atlet

Pada permainan pingpong atau bola voli, pemain lebih sering mengalami penguluran ligamen pergelangan kaki bagian lateral (sisi luar) yaitu ligamen talofibular anterior, ligamen calcaneofibular, ligamen calcaneocuboideum, ligamen talocalcaneus dan ligamen talofibular posterior. Cedera yang terjadi umumnya disebut dengan lateral sprain ankle injury (lihat gambar di bawah).

sprain ankle injury

Sprain adalah cedera yang terjadi pada sendi, dengan terjadinya penguluran atau robekan pada ligamen. Penyebabnya karena stress berlebihan yang mendadak, atau penggunaan yang berlebihan pada sendi pembungkus tulang-tulang yang berdampingan seperti pada gerakan rotasi atau memutar.

Sprain dapat menyebabkan terjadinya dislokasi yaitu bergesernya persendian sehingga terjadi deviasi antara dua tulang pembentuk sendi. Sebagai akibatnya, stabilitas sendi dapat terganggu, terutama pada kasus kerusakan ligamen yang berat.

Sprain ringan biasanya disertai perdarahan (hematom) dengan sebagian serabut ligamen putus. Pada sprain sedang, terjadi efusi cairan yang menyebabkan bengkak. Pada sprain berat, seluruh serabut ligamen putus sehingga tidak dapat digerakkan. Penderita biasanya merasakan rasa nyeri hebat, pembengkakan dan perdarahan dalam sendi.

Baca juga: Mengenal Tiga Tingkatan Cedera Engkel

Cedera Engkel dan Akibatnya

Cedera engkel lateral dapat menyebabkan overstretch pada ligamentum lateral complex ankle. Cedera tersebut dikarenakan gerakan inversi dan engkel plantar fleksi yang berlebihan dan terjadi secara tiba-tiba pada sendi engkel. Penguluran berulang-ulang akan menimbulkan nyeri yang meningkat pada sisi lateral ankle, biasanya bersifat intermitten atau kadang-kadang konstan. Rasa nyeri itu cenderung meningkat jika melakukan aktivitas olahraga. Kondisi tersebut lebih dikenal dengan istilah chronic lateral sprain ankle injury.

Akibat dari Cedera Engkel Kronik

Adanya cedera engkel kronik ini akan menyebabkan penurunan kemampuan fungsi dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Hal ini dikarenakan penurunan performa otot yang tidak bekerja secara optimal. Otot akan mengalami perubahan mekanisme untuk beradaptasi pada kondisi tubuh yang mengalami cedera khususnya otot tungkai bawah yaitu otot gastrocnemius yang memiliki fungsi untuk melakukan gerakan plantar fleksi dalam melakukan berbagai keterampilan gerak kaki.

Selain itu salah satu bentuk performa otot gastrocnemius yang secara langsung ikut dipengaruhi adalah kemampuan daya tahan ototnya. Daya tahan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan secara terus-menerus dalam waktu yang lama dalam tempo sedang sampai cepat tanpa merasa kelelahan yang berarti.

Proses Terjadinya Cedera Engkel Kronik

Cedera engkel kronik adalah kondisi terjadinya penguluran dan kerobekan pada ligamentum lateral complex. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai atau tanah, di mana umumnya terjadi pada permukaan lantai atau tanah yang tidak rata.

Pada cedera engkel dijumpai adanya kerobekan pada ligamen atau tendon yang menyebabkan terjadinya radang atau inflamasi sehingga menimbulkan gangguan gerak pada engkel akibat adanya nyeri.

Masalah yang timbul pada kasus cedera engkel kronik adalah menurunnya fleksibilitas jaringan, tonus dan kekuatan otot menurun, keseimbangan menurun serta penurunan stabilitas yang bisa menyebabkan gangguan gerak dan fungsi engkel. Dengan menurunnya fleksibilitas jaringan, tonus dan kekuatan otot menurun, keseimbangan menurun serta penurunan stabilitas yang berdampak pada daya tahan otot.

Baca juga: Cedera Engkel dan Penanganan Fisioterapi

Raden Aslama Santritiars
Program Studi S-1 Fisioterapi
Universitas Esa Unggul

5 thoughts on “Sprain Ankle: Cedera yang Banyak Terjadi Di Dunia Olahraga”

  1. Pingback: Cedera Engkel dan Penanganan Fisioterapi

  2. Pingback: Hati-hati Cedera Ligamen pada Pemain Sepak Bola

  3. Pingback: Ternyata Wanita Lebih Rentan Cedera Engkel

  4. Pingback: Mengenal Tiga Tingkatan Cedera Engkel

  5. Pingback: Mengenal Cedera Hamstring, Cedera pada Otot Paha

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security