Pemulihan Pasca Stroke dengan Terapi

Stroke merupakan suatu kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke otak akan berkurang dan mengakibatkan kematian pada jaringan otak (infark serebral). Kematian atau kerusakan pada jaringan otak ini akan menyebabkan gangguan pada bagian tubuh dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Stroke bisa disebabkan karena iskemik (sumbatan) dan hemoragik (pendarahan). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak akan terhenti karena adanya sumbatan atau pembekuan pada darah di pembuluh darah. Sedangkan stroke hemoragik, terdapat pembuluh darah yang pecah sehingga aliran darah tidak berjalan dengan normal. Bahkan ada darah yang keluar ke jaringan otak. Stroke hemoragik biasanya terjadi pada penderita hipertensi.

Sel otak manusia dapat mati hanya dalam hitungan menit. Oleh karenanya, stroke merupakan kondisi yang memerlukan penanganan sesegera mungkin. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi tingkat kerusakan pada otak. Serta mencegah munculnya komplikasi.

Pasien yang pernah terserang stroke sering kali mengalami penurunan fungsi otak. Biasanya pasien akan mengalami gangguan dalam berbicara, mengingat, dan bergerak. Tidak jarang pasien stroke akan mengalami kelumpuhan pada salah satu bagian tubuh. Sehingga untuk dapat pulih, pasien memerlukan rehabilitas yang cukup lama. Sesuai dengan gejala yang dialami dan seberapa parah gejala tersebut.

Rehabilitasi atau terapi pasca stroke dilakukan untuk membantu pasien mempelajari kembali kemampuannya yang hilang. Dan membantu jaringan otak yang sehat untuk mengambil peran dari jaringan otak yang rusak. Sehingga kualitas hidup pasien akan membaik. Walaupun mungkin tidak kembali seperti saat sebelum mengalami serangan stroke.

Setiap pasien membutuhkan terapi pasca stroke yang berbeda-beda. Semuanya disesuaikan dengan gejala dan penurunan kemampuan yang dialami oleh pasien. Dokter dan terapis akan menentukan terapi seperti apa yang dibutuhkan oleh pasien.

Terapi pasca stroke biasanya terdiri dari:

  1. Terapi fisik/gerakan

Pasien stroke biasanya akan mengalami kekakuan atau kelumpuhan pada bagian tubuhnya. Serta kehilangan kemampuan koordinasi dan keseimbangan pada tubuh. Sehingga terapi gerakan merupakan terapi yang paling penting dan sangat dibutuhkan dalam pemulihan pasca stroke. Terapi fisik/gerakan ini biasa dimulai dengan latihan menggenggam, menggerakkan bagian tubuh, berdiri, berjalan, hingga berlari.

  1. Terapi memori

Biasanya, pasien yang mengalami stroke akan mengalami kehilangan memori. Karena terjadi gangguan pada otaknya. Banyak atau sedikitnya memori yang hilang tergantung dari usia, tingkat keparahan stroke, penyebab, letak terjadi stroke dan kondisi kesehatan sebelum mengalami serangan stroke.

  1. Terapi bicara

Pasien stroke juga seringkali mengalami gangguan dalam berbicara. Oleh karena itu, terapi bicara juga seringkali dibutuhkan dalam terapi pasca stroke. Tujuannya adalah untuk membantu pasien mengembalikan kemampuan bicara dan melatih otot menelan.

  1. Terapi psikologis

Tidak jarang pasien stroke akan mengalami gangguan psikologis, karena tidak dapat mengendalikan tubuhnya seperti sebelumnya. Gangguan psikologis ini ditandai dengan rasa marah, cemas, bingung, depresi, dan frustrasi. Terapi psikologis akan diberikan dengan tujuan untuk membantu pasien beradaptasi dengan keadaannya. Dan memberikan semangat untuk kembali pulih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security