Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Anda dengan Terapi Berikut

KlinikFisioterapi.com – Terapi fisik atau fisioterapi bisa dilakukan pada anak-anak dan balita. Biasanya diberikan pada anak-anak berkebutuhan khusus seperti autisme, Asperger’s Syndrom, Down Syndrom, Cerebral Palsy, atau anak-anak dengan keterlambatan perkembangan psikomotor, masalah belajar, kesulitan belajar, keterlambatan bicara, serta gangguan proses pendengaran dan perilaku, dan lain sebagainya.

Meskipun ABK mengalami gangguan dan keterbatasan, namum bukan berarti boleh dibiarkan begitu saja. Anak-anak khusus ini juga perlu mengenyam pendidikan atau perhatian lain layaknya anak normal pada umumnya. ABK membutuhkan pendidikan khusus yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya.

Ada banyak jenis terapi yang bisa diberikan pada anak-anak dan balita, berdasarkan permasalahan yang dihadapi. Berikut merupakan beberapa macam terapi tersebut.

Fisioterapi untuk Tumbuh Kembang Anak

Fisioterapi anak mempunyai tujuan untuk membantu anak dalam menghadapi berbagai masalah pada kesehatan fisiknya. Terapi ini juga bermanfaat untuk membantu memberikan dukungan pada keluarga dan orangtua yang memiliki anak dengan berbagai masalah fisik.

Biasanya, terapi ini dilakukan pada anak-anak yang memiliki kesulitan menggerakkan bagian tubuh tertentu. Fisioterapi dinilai mampu memaksimalkan perkembangan fisik, aktivitas, dan juga kemampuan anak untuk bersosialisasi.

Baca juga: Manfaat Fisioterapi Anak untuk Tumbuh Kembangnya

Terapi Okupasi Anak

ABK membutuhkan terapi tertentu agar bisa membantu mereka untuk lebih mandiri. Salah satu cara mengembangkan kemampuannya ialah dengan Occupational Therapy Games (OTG) atau biasa dikenal dengan istilah terapi okupasi.

Jenis terapi ini memberikan pelayanan terapi bagi anak dan balita dengan gangguan proses sensorik dan masalah keterampilan motorik halus. Terapi okupasi akan disesuaikan dengan usia, aktivitas sehari-hari, dan kebutuhan pengidap. Biasanya mencakup tiga hal yakni evaluasi secara individu, perencanan intervensi, dan evalasi hasil.

Terapi Wicara

Metode terapi wicara dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bicara, memahami, dan mengekspresikan bahasa. Umum diberikan pada anak-anak yang terlambat bicara. Apabila ingin memperoleh hasil yang optimal, perlu mengembangkan dua hal dalam terapi wicara.

Pertama, mengoptimalkan koordinasi mulut agar dapat menghasilkan suara untuk membentuk kata-kata. Olah mulut menjadi penting agar artikulasi kalimat menjadi jelas, lancar, dan volume suara cukup. Kedua, mengembangkan pemahaman berbahasa dan upaya mengekspresikan bahasa.

Selain kemampuan berbicara, terapi ini juga dilakukan agar anak memiliki kemampuan berinteraksi dan komunikasi, serta mengembangkan kemampuan mengunyah dan menelan.

Terapi Snoezelen

Terapi Snoezelen merupakan aktifitas yang dirancang guna mempengaruhi Sistem Saraf Pusat. Metode terapi ini menawarkan bantuan untuk anak dengan gangguan konsentrasi dan regulasi diri, kesulitan perubahan adaptasi, dan lain sebagainya.

Hal yang dilakukan pada terapi Snoezelen adalah memberikan stimulus yang cukup pada sistem sensori primer, yakni panca indera, serta sensori sekunder (keseimbangan dan proprioseptif, kesadaran diri akan lingkungan sekitar atau kesadaran orientasi spasial).

Kata Snoezelen sendiri berasal dari dua kata, yaitu snoeffelen (to sniff) yang berarti mencium bau, aktif, dinamis, dan dozelen (to doze) yang berarti tidur sebentar, nyaman, rileks. Sehingga dapat dikatakan bahwa Snoezelen adalah lingkungan atau tempat yang mengembangkan multisensoris dengan cara relaksasi (Hulsegge, 1979).

Terapi Aquarobik

Bagi anak-anak dengan perkembangan motorik lambat, aquarobik adalah terapi menyenangkan dan efektif. Kegiatannya mencakup permainan, pengaturan napas di air, gerak dan tari menggunakan musik. Mengajarkan anak-anak untuk bekerja sama satu dengan yang lain.

Tekanan air yang terjadi tidak hanya memiliki efek positif pada kulit, tetapi juga pada sendi dan otot. Berolahraga dalam air membuat anak bisa maksimal menggerakkan seluruh bagian tubuh.

Berenang secara teratur dapat meningkatkan perkembangan fisik balita karena akan memperkuat otot-otot, memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan stamina, koordinasi, dan keseimbangan. Kegiatannya di dalam air juga mendukung pembentukan sel-sel saraf dan jaringan otak, sehingga membantu perkembangan motoriknya.

Terapi Ortopedagogik

Terapi ortopedagogik merupakan terapi untuk mengatasi kesulitan belajar khusus pada anak. Kesulitan tersebut umumnya terjadi pada anak-anak usia sekolah. Orangtua dan guru bisa bisa mendeteksi masalah ini ketika anak menunjukkan beberapa gejala tertentu.

Terapi ini bertujuan untuk membimbing anak untuk menguasai logika dasar dan kemampuan berpikir secara lebih optimal. Selain itu, juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dasar.

Terapi Bermain dalam Psikologi

Terapi psikologi memberikan layanan diagnosis, konsultasi bagi proses tumbuh kembang anak, serta permasalahan yang dihadapi keluarganya. Beberapa anak juga mungkin mengalami kesulitan untuk menyuarakan perasaan dan pikiran mereka. Terapi bermain dalam psikologi digunakan sebagai wadah untuk anak-anak bermain dengan rasa aman baik secara fisik maupun emosional.

Melalui terapi bermain, anak-anak dapat mengekspresikan pengalaman dan perasaan mereka dengan permainan, mengatasi masalah emosi, meningkatkan kesadaran diri, mengembangkan kemampuan sosial, dan masih banyak lagi. Terapi ini dapat meliputi kegiatan melukis, menari, bercerita, drama, serta bermain musik.

Demikian berbagai macam terapi yang dapat digunakan dalam membantu anak-anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Tentu saja hal tersebut merupakan hal penting sebagai bekalnya dikemudian hari. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security