Mengenal Tiga Tingkatan Cedera Engkel

Cedera pada engkel atau pergelangan kaki banyak dijumpai dalam kegiatan olahraga apa saja. Atlet bola voli, basket, bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, dan banyak cabang olahraga lainnya berpotensi menderita sprain ankle atau cedera pergelangan kaki ini. Biasanya bagian yang rentan cedera adalah ligamen.

sprain ankle injury

Apa Itu Cedera Engkel?

Kita perlu mengenal lebih jauh tentang cedera ini. Sprain adalah cedera yang terjadi pada sendi. Itu akibat terjadinya penguluran atau robekan pada ligamen. Penyebabnya tekanan atau stress berlebihan yang mendadak, atau penggunaan yang berlebihan pada sendi yang membungkus tulang-tulang yang berdampingan seperti pada gerakan berotasi.

Sprain ankle adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ligamen pergelangan kaki yang mengalami penguluran yang berlebih baik disisi medial ataupun lateral.

Namun pada permainan bola voli, pemain lebih sering mengalami penguluran ligamen pergelangan kaki bagian lateral yaitu ligamen talofibular anterior, ligamen calcaneofibular, ligamen calcaneocuboideum, ligamen talocalcaneus dan ligamen talofibular posterior. Sehingga cedera ini lebih umum disebut dengan lateral sprain ankle injury.

Baca juga: Sprain Ankle: Cedera yang Banyak Terjadi Di Dunia Olahraga

Tingkatan Cedera Engkel

Trauma pada ligamen pergelangan kaki tersebut diklasifikasikan berdasar tingkat kerobekan mikroskopis dan makroskopis pada ligamen (Fong, 2009) yang terdiri dari:

1. Cedera Engkel Derajat Pertama

Ligamen teregang tetapi tidak mengalami kerobekan. Pergelangan kaki biasanya tidak terlalu membengkak, nyeri ringan dan sedikit bengkak namun tetap dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera berulang.

2. Cedera Engkel Derajat Kedua

Sebagian ligamen mengalami kerobekan, pembengkakan dan memar tampak dengan jelas. Keadaan itu disertai nyeri hebat (aktualitas tinggi), penurunan fungsi berjalan dan nyeri ketika Anda beraktivitas.

3. Cedera Engkel Derajat Ketiga

Ligamen mengalami kerobekan total. Hal ini ditandai dengan pembengkakan dan pendarahan di bawah kulit. Akibatnya pergelangan kaki menjadi tidak stabil dan tidak mampu menahan beban.

Pergerakan Engkel yang Normal

Pada pergelangan kaki yang normal, persendian subtalar memungkinkan terjadinya gerakan seperti pronasi dan supinasi. Pronasi atau gerakan lengan bawah memutar ke bawah terutama berintegrasi dengan bidang gerak pada eversi dan eksternal rotasi.

Eversi adalah gerakan pergelangan kaki, mulai engkel sampai ujung-ujung jari kaki, yang memutar ke luar. Sedangkan supinasi atau gerakan lengan bawah memutar ke atas melibatkan inversi dan internal rotasi. Inversi adalah gerakan pergelangan kaki, mulai engkel sampai ujung-ujung jari kaki, ke luar.

Baca juga: Ternyata Wanita Lebih Rentan Cedera Engkel

Raden Aslama Santritiars
Program Studi S-1 Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi
Universitas Esa Unggul

1 thought on “Mengenal Tiga Tingkatan Cedera Engkel”

  1. Pingback: Langkah-Langkah Mengatasi Cedera Engkel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security