Mengenal Narkolepsi, Penyebab Serangan Tidur

Rasa mengantuk yang tidak bisa tertahan di siang hari tentunya akan mengganggu aktivitas harian. Tidak hanya itu, kondisi ini juga dapat membahayakan keselamatan seseorang. Apabila sering mengalami rasa kantuk yang mendadak dan tak tertahankan, ada kemungkinan hal tersebut merupakan gangguan tidur yang disebut narkolepsi.

Narkolepsi merupakan gangguan saraf yang mengganggu kendali atas kesadaran seseorang. Seseorang yang mengidap narkolepsi dapat tertidur kapan saja dan dimana saja. Narkolepsi dapat terjadi pada pria maupun wanita. Biasanya gejala mulai muncul sejak usia anak-anak, tetapi narkolepsi bisa terjadi pada usia berapa pun.

Beberapa ciri-ciri dan gejala dari narkolepsi antara lain:

  1. Tidur yang berlebihan. Merasakan kantuk berat sepanjang hari dan sulit berkonsentrasi.
  2. Mengalami serangan tidur, atau secara tiba-tiba tertidur.
  3. Katapleksi. Kehilangan kendali sementara atas otot yang menyebabkan otot menjadi lemah, sehingga penderita mudah terjatuh.
  4. Mengalami sleep paralysis, yang merupakan kondisi dimana anggota tubuh tidak dapat digerakkan atau mengalami kesulitan untuk terbangun dari tidur.
  5. Mengalami sleep walking atau berjalan dalam tidur dan sering bermimpi.

Narkolepsi yang disertai dengan katapleksi salah satunya disebabkan karena kurangnya senyawa kimia yang menyebabkan fisik lemah dan buruknya kualitas tidur. Senyawa tersebut adalah hipokretin. Penyebab kurangnya hipokretin antara lain:

  1. Faktor keturunan. Sekitar 10% kasus narkolepsi disebabkan oleh faktor keturunan.
  2. Gangguan autoimun. Penyebab kekurangan hipokretin belum diketahui secara pasti. Namun diduga terkait dengan sistem imun yang tidak normal.
  3. Cedera otak. Narkolepsi bisa terjadi karena trauma pada otak atau penyakit lain seperti tumor. Walaupun narkolepsi karena cedera otak sangat jarang terjadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security