Mengenal Gejala Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik atau stroke pendarahan terjadi karena adanya kebocoran pada satu atau lebih pembuluh di otak. Sehingga ada darah yang mengelilingi otak dan terus menerus bertambah. Akibatnya, jaringan di sekitar otak akan mengalami tekanan dan menyebabkan aliran darah berkurang bahkan terputus. Bila aliran darah terganggu, tentunya pasokan oksigen di otak juga berkurang dan akan mengakibatkan gangguan pada fungsi otak.  Angka penderita stroke hemoragik semakin meningkat seiring dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Stroke hemoragik utamanya disebabkan oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tetapi bisa juga dipicu karena penggunaan obat tertentu dan penyakit lain yang berpotensi menyebabkan pendarahan di otak.

Gejala pada stroke hemoragik berbeda-beda, tergantung pada seberapa besar jaringan yang terganggu, lokasi dan keparahan pendarahan yang terjadi. Namun, beberapa gejala yang biasanya terjadi antara lain:

  1. Sakit kepala berat,
  2. Mual dan muntah,
  3. Kelumpuhan pada satu sisi tubuh
  4. Penurunan dan hilangnya kesadaran,
  5. Kejang,
  6. Kesulitan berbicara,
  7. Mata tidak fokus,
  8. Gangguan penglihatan,
  9. Terlihat bingung dan linglung,
  10. Leher kaku,
  11. Nyeri di daerah wajah atau sekitar mata.

Gejala pendarahan berat hingga penurunan kesadaran dapat terjadi secara tiba-tiba dan cepat. Sehingga penderita harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai. Bila terlambat,ada kemungkinan penderita akan mengalami koma bahkan meninggal sebelum mendapatkan penanganan.

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu stroke hemoragik, yaitu:

  1. Tekanan darah tinggi (hipertensi),
  2. Cedera kepala berat,
  3. Ketidaknormalan pembuluh darah di otak sejak lahir (malformasi pembuluh darah vena dan arteri),
  4. Aneurisma otak,
  5. Efek samping penggunaan obat (khususnya obat pengencer darah),
  6. Penyakit lainnya seperti tumor otak, penyakit liver, dan kelainan darah.

Risiko terkena stroke hemoragik dapat diturunkan dengan menghindari dan mengendalikan faktor pemicunya. Misalnya bila memiliki penyakit hipertensi, maka tangani dengan mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter dan jalani gaya hidup sehat. Lakukan juga pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Apabila mengkonsumsi obat yang mungkin memiliki efek samping, selalu patuhi aturan dan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security