Kenali Penyebab Pengeroposan Tulang (Osteoporosis)

Tulang manusia akan selalu beregenerasi dari waktu ke waktu. Sehingga tulang yang retak, patah, dan rapuh pun akan terganti dengan jaringan tulang yang baru. Di masa anak-anak, tulang akan tumbuh dan dapat memperbarui diri dengan cepat. Dan akan mulai melambat hingga berhenti di usia 16 – 18 tahun. Tetapi, proses tumbuh dan regenerasi ini akan melambat seiring dengan pertambahan usia. Serta kepadatan tulang juga akan semakin berkurang.

Pengeroposan tulang atau osteoporosis merupakan suatu kondisi dimana kepadatan tulang seseorang menurun. Akibatnya, tulang menjadi sangat rentan pada retak dan patah. Pada kebanyakan kasus, osteoporosis baru diketahui setelah retak atau patah pada tulang ditemukan. Retak yang sering terjadi biasanya pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang.

Osteoporosis dapat terjadi dan dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak, remaja dan dewasa. Namun, osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia menopause. Hal ini dikarenakan kadar estrogen yang berkurang. Padahal estrogen sangat berperan dalam menjaga kepadatan tulang seseorang.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, osteoporosis biasanya diketahui saat seseorang mengalami retak atau patah tulang. Karena pada kebanyakan kasus, osteoporosis tidak menunjukkan gejala dan tanda-tanda apapun. Tetapi seiring dengan berkurangnya kepadatan tulang, penderita osteoporosis biasanya akan mengalami:

  1. Mudah mengalami retak dan patah tulang, walau hanya dengan kecelakaan yang ringan,
  2. Nyeri punggung, biasanya disebabkan karena retak atau patah pada tulang belakang,
  3. Postur badan membungkuk,
  4. Tinggi badan berkurang.

Osteoporosis disebabkan karena berkurangnya kepadatan tulang. Dan penurunan kemampuan untuk regenerasi tulang biasanya dimulai pada usia 35 tahun. Beberapa faktor risiko dari osteoporosis, antara lain:

  1. Wanita yang sudah mengalami menopause,
  2. Faktor keturunan,
  3. Kekurangan vitamin D dan kalsium,
  4. Memiliki gangguan hormonal dan penyakit tertentu,
  5. Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama,
  6. Mengalami kecanduan alkohol,
  7. Merokok.

Pada umumnya, osteoporosis sulit untuk dicegah. Namun, untuk mengurangi risiko osteoporosis dapat dilakukan dengan berolahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin D dan kalsium, serta melakukan pemeriksaan berkala apabila berisiko mengalami osteoporosis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security