Kelainan pada Sistem Gerak Tubuh Karena Gangguan Otak

Manusia melakukan gerakan setiap harinya, mulai dari bangun hingga kembali tidur. Bahkan bukan tidak mungkin gerakan juga dilakukan pada saat terlelap. Begitu banyak kemampuan bergerak secara multidimensi yang dilakukan; maju, mundur, kesamping, ke atas dan ke bawah. Tidak hanya itu, manusia juga didesain untuk mengangkat, menarik, menekan, mendorong, dan memindah.

Semua gerakan didukung oleh semua jaringan dan lapisan otot dalam tubuh dengan fungsinya masing-masing. Namun, sistem gerak bisa saja mengalami gangguan atau kelainan. Gangguan sistem gerak dapat disebabkan oleh gangguan fungsi saraf sehingga pergerakan menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari yang seharusnya.

Gangguan pada sistem gerak yang disebabkan oleh gangguan pada otak, antara lain :

1. Ataksia

Merupakan kondisi atau gejala pudarnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot yang disebabkan masalah pada otak. Orang yang terserang ataksia akan memiliki kesulitan dalam koordinasi, keseimbangan, dan cara bicara. Hingga saat ini ditemukan ada 100 jenis ataksia yang berdasarkan penyebab dan bagian tubuh yang terganggu.

2. Distonia

Kondisi medis yang menyebabkan otot berkontraksi secara berulang tanpa sadar. Belum diketahui secara pasti penyebab dari distonia. Tetapi distonia diduga berhubungan dengan kerusakan pada basal ganglia atau daerah otak yang mengendalikan pergerakan.

3. Parkinson

Merupakan penyakit saraf yang menyebabkan penderitanya sulit mengatur gerak tubuhnya, bahkan saat berbicara, berjalan dan menulis. Parkinson memburuk secara bertahap dan terbagi menjadi 5 tingkatan (stadium). Gejala utama dari parkinson adalah tremor, gerak tumbuh melambat dan kaku otot.

4. Sklerosis Lateral Amiotrofik (ALS)

Penyakit yang disebut juga sebagai Lou Gehrig setelah pemain bisbol terkenal meninggal karenanya. ALS terjadi karena adanya gangguan sistem saraf, dimana sel atau neuron motor yang mengirimkan pesan di dalam otak dan sumsum tulang menuju otot mati secara perlahan. Sehingga akhirnya otot berhenti bekerja. Neuron motor berperan penting dalam sistem gerak dengan mengendalian semua gerakan refleks atau spontan, juga memberi informasi pada otot untuk berkontraksi. Matinya neuron motor, akan mengganggu kegiatan berjalan, berlari, mengunyah, menelan makanan hingga bernafas.

Selain keempat kelainan sistem gerak yang tertera di atas, masih ada banyak kelainan lainnya yang dialami manusia, baik yang umum maupun yang langka. Apabila mengalami masalah pada pergerakan tubuh, misalnya di keseimbangan, pergerakan yang berulang atau tidak disadari, bahkan kaku otot. Ada baiknya jika melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security