Cara Fisioterapi Mengatasi Nyeri Akibat Myofacial Pain Syndrome

Kalau Anda pernah merasakan nyeri pada leher atau bagian lain pada tubuh, Anda perlu waspada, tapi jangan cemas berlebihan. Mungkin saja Anda terserang Myofacial Pain Syndrome (MPS). Anda perlu bantuan fisioterapis untuk menanganinya. Anda bisa mengontak klinikfisioterapi.com.

Fisioterapis handal akan menerapkan dua teknik pada kasus MPS. Dua cara fisioterapi tersebut adalah muscle energy technique (MET) dan manual longitudinal muscle stretching.

Baca juga: Kenali Pemicu Nyeri Hebat Myofascial Pain Syndrome

Teknik dan Cara Fisioterapi Mengatasi Nyeri

1. Muscle Energy Technique (MET)

Fisioterapis akan merelaksasikan otot dan mendorong (mempromosikan) mekanisme penyembuhan diri sendiri. MET adalah teknik yang unik. Dalam penerapannya, pasien mempersiapkan usaha awal, sementara terapis mempersiapkan proses fasilitasinya. Kekuatan utama berasal dari kontraksi jaringan lunak, yang kemudian digunakan untuk memperbaiki disfungsi muskuloskeletal.

MET umumnya diklasifikan sebagai teknik langsung dan tidak langsung, karena upaya otot mengendalikan posisi ke arah tertentu. Salah satu kegunaan metode ini adalah meningkatkan fleksibilitas. Teknik ini dapat digunakan pada setiap sendi dengan keterbatasan ruang gerak (ROM) diidentifikasikan selama penilaian pasif.

2. Manual Longitudinal Muscle Stretching

Ini adalah suatu teknik manipulasi jaringan lunak dengan menggunakan penekanan longitudinal searah dengan serabut otot. Manual longitudinal muscle stretching dikenal juga sebagai paralel atau linear stretching, yang merupakan jenis passive stretching (peregangan pasif) yang dilakukan oleh fisioterapis.

Ketika dilakukan manual longitudinal muscle stretching, jaringan lunak akan mengalami peregangan yang akan mengaktifasi muscle spindle. Maka muscle spindle memberikan sinyal ke jaringan syaraf (medulla spinalis) tentang perubahan bentuk panjang otot yang baru.

Muscle spindle akan memicu stretch reflex dan secara bertahap dan otomatis akan terlatih memberikan refleks panjang. Golgi tendon organ akan menimbulkan fleksibilitas dari serabut otot sehingga menimbulkan rileksasi lalu akan menurunkan spasme (kejang atau kaku) pada otot.

Pemberian manual longitudinal muscle stretching dapat melepaskan perlengketan fascia-myofibril dan abnormal cross-link sehingga dapat mengurangi iritasi terhadap serabut saraf Aδ dan C yang menimbulkan nyeri regang. Penekanan manual semacam ini akan menghambat aktifitas nocicensoris yang akan mengaktifasi mekanociceptor di area yang mengalami myofascial pain. Rasa nyeri diharapkan teratasi dengan teknik ini.

Baca juga: Cedera Engkel dan Penanganan Fisioterapi

Rihla Farhati
Program Studi S-1 Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi
Universitas Esa Unggul

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security