Anak Terlambat Bicara ?

Setiap orangtua tentunya ingin anaknya tumbuh sehat dan berkembang dengan optimal. Sehingga pemantauan tumbuh kembang anak perlu diperhatikan oleh orangtua. Untuk memastikan tahapan pertumbuhan anak sesuai dengan usianya. Salah satu kekhawatiran orangtua adalah di saat anak terlambat bicara.

Keterlambatan bicara atau speech delay terjadi karena berbagai hal, antara lain

  • Kurangnya perhatian orangtua pada anak,
  • Kurangnya komunikasi dan interaksi, bahkan gangguan medis (pendengaran, gangguan otak, atau neurologis),
  • Gejala autisme pada anak.  

Tetapi jangan dilupakan bahwa setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Sehingga tahapan pertumbuhan yang dialami pun akan berbeda-beda. Jadi orangtua perlu mengetahui dan memahami setiap tahapan pertumbuhan dari usia 0-5 tahun. Karena di usia inilah adalah masa emas (golden age) pertumbuhan anak dimana terjadi pembentukan otak yang menjadi cikal bakal anak ke depan.

Kembali ke keterlambatan bicara pada anak, bagaimana sebenarnya patokan dasar yang bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bicara anak sesuai usianya? Berikut adalah patokan untuk mengukur kemampuan bicara anak sesuai dengan usianya.

  • Usia 0 – 6 bulan

Bayi mulai mengeluarkan suara yang tidak memiliki arti (cooing) atau biasa disebut sebagai ‘bahasa bayi’. Bayi dapat memberikan respon reseptif seperti melirik jika ada suara atau namanya dipanggil dan berekspresi.

  • Usia 9 bulan

Suara yang dikeluarkan berbeda dan terdengar lebih jelas suku katanya. Walaupun tetap belum memiliki arti (babbling). Bayi juga sudah mengerti beberapa kata dasar seperti “iya” dan nada suara yang digunakan lebih luas.

  • Usia 12 bulan

Bayi sudah mulai mengatakan kosa kata yang dapat dipahami dan menirukan kata-kata yang diucapkan kepadanya. Bayi juga sudah dapat memahami beberapa perintah sederhana seperti “ayo kesini” dan mengenal beberapa benda.

  • Usia 18 – 24 bulan

Bayi sudah dapat mengulang kata-kata dan membedakan benda atau bagian tubuh. Walaupun masih ada beberapa kata yang belum jelas pengucapannya.

  • Usia 2 – 3 tahun

Setidaknya ada 50 kosa kata yang dikuasai dan dapat merangkai kata menjadi kalimat sederhana dengan 2 – 3 kata, misalnya “minum susu”. Balita juga dapat menunjuk dan membedakan gambar. Setengah dari perkataannya dapat dimengerti.

  • Usia 3 – 5 tahun

Pada rentang usia ini, berkembangan kosa kata yang dimiliki akan berkembang dengan cepat. Dan seluruh perkataannya sudah dapat dimengerti, bahkan sudah mampu untuk melakukan komunikasi, bercakap, bercerita dengan kalimat yang lebih panjang.

Peran dan perhatian orangtua menjadi sangat penting terhadap perkembangan bicara anak. Orangtua perlu memantau sejauh mana tahapan perkembangan anak. Untuk semakin memaksimalkan kemampuan berkomunikasi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan :

  • Ikuti semua ucapannya dengan menggunakan kata-kata yang jelas dan benar. Gunakan juga kalimat yang lengkap,
  • Selalu berbicara sambil melakukan gerakan yang sesuai atau  menunjuk sesuatu,
  • Ajak anak berkomunkasi dan biasakan membuat narasi mengenai apa yang sedang dilakukan bersama. Misalnya saat berganti pakaian atau mandi,
  • Ajak anak untuk bermain sesering mungkin dengan permainan yang mengasah kemampuan verbal dan imajinasinya. Misalnya dengan bermain boneka, mobil-mobilan, telepon mainan atau buku cerita,
  • Bersosialisasi dengan anak sebaya untuk mendorong motivasi anak dan mengasah kemampuan bicaranya,

Ada baiknya untuk selalu memantau perkembangan anak dan memberikan stimulasi untuk mendorong pemahaman akan kata dan komunikasi. Apabila dirasakan ada kemungkinan anak terlambat bicara atau tidak sesuai dengan teman sebayanya. Lebih baik jika melakukan konsultasi ke dokter sedini mungkin karena akan sangat berpengaruh pada masa depannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Malcare WordPress Security